ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Tuesday, July 30, 2013

Bahan Kreativitas dan Pengajaran Sekolah Minggu 25 Agustus 2013 PIA Kumetiran

Minggu Biasa XXI Tahun C/I
Tema                     : Siapa Yang diselamatkan
Bacaan                  : Lukas 13:22-30
Ayat emas           : "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.  (Lukas 13:24)
Tujuan                  : Mengajarkan anak untuk selalu berbuat baik dan rendah hati untuk  mendapatkan karunia keselamatan.
Aksi                        : saling melayani dan membantu dalam mengerjakan aktivitas sekolah minggu

Pendalaman materi
Dalam perjalananNya menuju Yerusalem, Yesus mengajar dari desa ke desa. Di suatu tempat datanglah seorang padaNya dan bertanya, apakah sedikit saja yang diselamatkan. Yesus menjawabdan mengajarkan kepada orang tersebut, bahwa setiap orang harus berusaha dan berjuang untuk dapat masuk lewat pintu yang sesak itu. Banyak orang yang berusaha, namun sedikit saja yang akan dapat. Jika pintu sudah ditutup, maka tidak ada lagi kesempatan untuk dapat masuk kedalamnya. Sebab tuan pemilik rumah itu tidak mengenalnya.








































Monday, July 29, 2013

Bahan Kreativitas dan Pengajaran Sekolah Minggu tema Kemerdekaan Republik Indonesia PIA Kumetiran 18 Agustus 2013





















































Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia
Tema : 100% Indonesia 100% Katolik
Bacaan Injil : Matius 22:5-21
Ayat emas : Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. (1 Ptrs 2:16)



Tujuan : Mensyukuri karunia kemerdekaan bangsa Indonesia
              Mengenalkan Tokoh Mgr. Soegija sebagai salah satu pahlawan bangsa
Aksi    : mendorong anak untuk ikut terlibat aktif dalam kegiatan kemerdekaan yang ada di kampungnya masing-masing









Friday, July 26, 2013

Menikmati Golden Sunrise Di Bukit Sikunir Dieng

      
         
             Langit tampak cerah, bintang-bintang di langit tampak indah sekali menghiasi suasana menjelang pagi di daerah pegunungan Dieng. Berselimutkan hawa dingin pegunungan Dieng, langkah kaki kami akhirnya sampai di kaki bukit Sikunir desa Sembungan Dieng (2200mdpl). Desa Sembungan merupakan desa yang letaknya paling tinggi di pulau Jawa. Di pelataran parkir sudah nampak beberapa kendaraan roda empat dan roda dua dari para wisatwan yang hendak menikmati sunrise dipuncak bukit Sikunir. Karena hari masih gelap, maka kami harus berjalan menggunakan penerangan seperti senter. Bagi para pengunjung yang lupa membawa senter, di tempat ini juga ada penyewaan senter. Langkah kaki, setapak demi setapak menaiki jalan menanjak yang sudah cukup lumayan baik. Pijakan bebatuan yang disusun membantu para pengunjung menapaki bukit sikunir. Setelah berjalan kurang lebih 15 menit, akhirnya sampailah di lokasi pertama tempat untuk menikmati sunrise. 

                Pemandangan yang sungguh luar biasa indahnya, memandang ke arah timur tempat sang surya keluar dari peraduannya. Perlahan demi perlawan, awan-awan putih mulai bercahaya terkena sinar matahari. Mulai dari warna orange, lalu berubah menjadi warna kuning dan berubah menjadi warna kuning keemasan. Dan akhirnya sang surya perlahan demi perlahan menampakan diri dengan indahnya. Menghalau gelap daerah sekitarnya menjadi terang. Tak salah jika daerah ini terkenal dengan golden sunrisenya, memang sungguh warna emas dari awan di langit yang dapat kita saksikan saat matahari mulai terbit. Sembari perlahan-lahan mentari yang mulai naik, di ufuk tenggara dapat terlihat gunung Merapi yang sedang mengeluarkan asap solfataranya, bersanding dengan gunung Merbabu. Sementara di samping kiri bukit Sikunir terpampang gunung Sumbing dan Sindoro berdiri dengan gagahnya. Sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya, makanya tempat ini disebut-sebut sebagai tempat terbaik di dunia dalam menikmati sunrise.  

                    Puas menikmati sunrise dan berfoto, janganlah lalu turun. Tetapi beranjaklah menuju ke puncak bukit sikunir. Dari titik pertama pengamatan, kita berjalan kurang lebih lima menit, kita akan mencapai puncak bukit Sikunir. Di puncak bukit ini pemandangan sungguh luar biasa indahnya. Di tempat ini banyak sekali puncak-puncak bukit yang dapat dijadikan kita, dalam menikmati keindahan sekitar bukit Sikunir. Di lokasi ini kita dapat berfoto seakan-akan kita dapat menyentuh gunung Sumbing. Di tempat ini kita bisa melihat telaga Cebog dari atas yang sungguh luar biasa indahnya. Jejeran pegunungan Dieng yang hijau, serta di kaki-kaki bukit hamparan tanaman sayur milik penduduk seakan memanjakan mata kita. Mentari yang mulai terik seakan memberi isyarat pada kita untuk melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya yang masih ada di kawasan pengunungan Dieng. Rasanya belum lengkap ke Dieng jika belum menikmati golden sunrise di bukit Sikunir. 

“Gunakanlah waktu libur kita untuk menikmati indahnya gunung, hutan, dan pantai”

Wednesday, July 24, 2013

Bahan Kreativitas Sekolah Minggu Hari Raya Maria Diangkat ke surga 11 Agustus 2013 PIA Kumetiran

Monday, July 22, 2013

Bahan Kreativitas Sekolah Minggu 4 Agustus 2013 PIA Kumetiran

Minggu Biasa XVIII Tahun C
Tema : “Orang Kaya” yang bodoh
Bacaaan Injil : Lukas 12:13-21
Ayat Hafalan : “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu” (Amsal 3:9)
Tujuan :
mengajarkan kepada anak tentang pentingnya menjadi kaya dihadapan Allah
Aksi : - mengucap syukur kepada Tuhan atas segala apa yang dimiliki
          - Tidak sombong dengan memerkan apa yang di punyai

Pendalaman Materi :
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa betapa banyaknya harta yang dimiliki manusia hal itu tidaklah berarti di hadapan Tuhan, jikalau orang tidak mengumpulkan harta surgawi dan menjadi kaya di hadapan Allah.
Yesus mengajarkan supaya kita selalu berjaga-jaga dan waspada terhadap segala ketamakan, meskipun orang yang hidup berlimpa harta , hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaan itu.

Yesus mengajarkan sebuah perumpamaan tentang seorang yang kaya dan memiliki tanah yang berlimpah-limpah. Orang kaya tersebut membangun lumbung yang besar dan kuat untuk menyimpan segala harta miliknya. Setelah selesai , ia merasa aman untuk bersenang-senang dan beristirahat, karena miliknya dapat ia pakai sampai bertahun-tahun lamanya. Tetapi pada malam hari Tuhan datang dan mengambil jiwanya. Demikianlah jadinya orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya dihadapan Allah.






Kreativitas Membuat Kotak Surgawi

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti