ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Tuesday, January 31, 2012

catatanku di penghujung bulan Januari

Pagi ini hujan rintik-rintik, langkah kaki kecilku tak menyurutkan menuju sebuah Rutan di salah satu sudut kota tercinta. Sebuah pelayanan rutin setiap selasa terakhir di setiap bulannya. Bersama para penghuni rutan mengadakan peraayaan ekaristi.

Hujanpun nampak reda, sesampainya di sebuah tempat dengan bangunan tinggi menjulang dan kokoh. Terlihat baru beberapa orang yang datang, dan menunggu di serambi dekat pintu masuk rutan. Terlihat sebuah pemandangan rutin sebuah gerobak soto, yang menjajakan daganganya bagi para petugas LP ataupun para pengunjung yang ingin sekedar mengisi perut. Beberapa petugas LP pun asyik menikmati soto ayam dengan sate sebagai lauknya.

Di tempat yang tak terlalu luas, tempat yang dikhususkan untuk tempat menunggu pengunjung, mata ku terpaku pada sebuah mobil polisi yang baru datang. Tak berapa lama setelah mobil polisi terpakir, keluarlah dari dalam rutan seorang pemuda dengan tangan terborgol, bersama Provost, dan dua orang mungkin keluarga,pengacara atau petugas rutan. Seorang pemuda dengan tangan terborgol yang hendak mengikuti proses persidangan. Melihat tangan yang terborgol dan tak bisa bergerak dengan leluasa, akupun merenung, kedua tanganku saat itu asyik memainkan hp, kedua tanganku bebas bergerak. Sudahkan aku mengucap syukur atas kebebasan kedua tanganku itu?

Waktupun telah menunjukan pukul 09.15, petugas dari Depagpun sudah menyuruh kami masuk ke dalam rutan. Setelah menitipkan tas,hp, jaket ke dalam loker yang tlah disediakan. Kamipun diberi kalung tanda pengenal. Tercatat sebanyak 15 orang ikut ambil bagian dalam pelayanan ini. Sudah hampir 6 bulan tak mengunjungi tempat ini. Tiba diruangan tempat kami mengadakan misa, sudah menunggu para penghuni rutan yang mulai duduk melingkar.

Terlihat para penghuni rutan yang diisi mulai dari orang yang usianya muda hingga orang tua. Terlihat pula dua orang pemudi dan dua orang ibu-ibu dan salah satunya sudah usia lanjut. Dalam hati bertanya, salah apakah ibu tua ini? Di usianya yang lanjut harus berada di tempat ini.

Perayaan misapun dimulai, kali ini yang memimpin Rm.V.Suparman,Pr romo dari gereja St.FX. Kidul loji. Sabda Tuhan tentang orang yang menjamah jubah Yesus. Dalam homilinya romo mengatakan bahwa jangan takut, percayalah. Ada sebuah rencana Tuhan dibalik sebuah peristiwa yang kita alami. Walaupun tak ada orang yang mencintai kita, namun yakinlah Yesus senantiasa selalu mencintai kita. Bukti cintaNya, Dia masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat.

Air mataku menetes ketika doa umat, dikala salah satu penghuni rutan seorang bapak dengan terbata-bata disertai tangis mengucapkan doa permohonan. Doa mohon kekuatan dan penghiburan bagi yang tinggal di tempat ini. Sambil bergandengan tangan kamipun menyanyikan doa yang diajarkan Yesus sendiri. Saling bergandengan tangan yang mengingatkan bahwa aku, kamu, kita semua adalah saudara. Kesedihanmu adalah kesedihanku pula, bebanmu, beban kita juga.

Ketika salam damai, saat memberikan salam satu sama lain. Seorang pemuda dengan tetes air mata dan rasa penyesalan sujud di depan romo. Lalu dengan tumpang tangan romo mendoakan dia. Akupun jadi teringat akan bacaan yang barusan di dengar. Seorang yang menjamah jubah Yesus, dan sembuhlah dia.

Yesuslah yang telah menanggung sakit penyakit kita. Yesuslah yang tlah menanggung kelemahan kita. Yang kita percaya hanyalah percaya. Percayalah dan jangan takut. Sungguh pengalaman yang begitu berharga yang aku terima dan peroleh di penghujung bulan ini. Pengalaman yang sungguh menguatkan aku.

Monday, January 30, 2012

kebahagiaan itu seperti pelangi

rainbow gif Pictures, Images and Photos

"kebahagiaan itu seperti pelangi...
pelangi ada karena ada sinar matahari dan hujan.
Demikian pula, kala suka dan duka yang hadir dalam hidup kita.
Bak matahari dan hujan yang senantiasa mengiringi langkah perjalanan hidup kita.
Dan tanpa disadari suka dan duka yang pernah kita alami dan yang akan kita jalani adalah sebuah lahan, tempat tumbuhnya kebahagiaan."

Sunday, January 29, 2012

jalan yang terjal

amazing grace Pictures, Images and Photos

Entah sampai kapan jalan ini terus mendaki?
Sampai ujung perjalanan apakah jalan ini masih terasa terjal?
Ataukah tauambah semakin terjal?
Mungkinkah ada jalan yang landai di depan nanti?
Ingin rasanya beristirahat...
Ingin rasanya berhenti sesaat...

Jalan ini memang sudah aku pilih
Tak ada yang patut tuk aku sesali
Walaupun jalan ini memang tak mudah
Berbatu terjal dan penuh liku
Kanan kiri selalu terbentang jurang dan lembah yang dalam
Namun aku percaya
Aku tak berjalan sendiri
Aku percaya Dia selalu besertaku

Menemani dikala aku merasa sendiri
Mengangkat dan menopangku dikala aku terjatuh
Menghiburku dikala aku dalam kesedihan
Dan tak jarang pula Dia mengendongku dikala aku tak kuat melewati jalan yang terjal ini

Friday, January 27, 2012

bersabdalah saja maka aku akan sembuh

Jesus hands Pictures, Images and Photos

"YaTuhan aku itu sungguh tak pantas Tuhan itu datang pada saya.
Sungguh Tuhan, aku sungguh tak pantas.
Tetapi Tuhan, bersabdalah sepatah kata saja padaku, maka aku akan sembuh.

Ya, sepatah kata saja maka aku akan sembuh.
Sembuh bukan hanya dari penyakit fisikku saja.
Tetapi banyak Tuhan, sembuh dari segalanya.
Sembuh dari penyakit luka hati.
Sembuh dari penyakit luka batin.
Sembuh dari rasa dendam.
Sembuh dari malas.
Sembuh dari sikap iri hati.
Sembuh dari sikap tinggi hati.
Sembuh dari sikap acuh tak acuh.

Masih banyak Tuhan, penyakit-penyakit yang ada didalam hatiku ini, yang tak mungkin dapat aku sebutkan satu persatu.
Tetapi aku percaya Tuhan, jika Engkau bersabda sepatah kata saja, maka aku akan sembuh."

"Anakku setiap saat Aku selalu menyembuhkanmu.
Tanpa kamu mintapun Aku selalu bersamamu.
Walaupun kamu sembuh, namun tak berapa lama kamu sering jatuh pula.
Sering jatuh di tempat yang sama.
Sering mengulang kesalahan dan dosa yang sama.
Namun Aku, tak sekali-kalipun bosan tuk mengangkatmu.
Karena kamu adalah anak-anakKu."

Thursday, January 26, 2012

angin yang lagi kalap

kala aku terlelap
di malam yang sunyi senyap
beratapkan bintang yang gemerlap
berselimutkan kabut bak asap

malam yang begitu gelap
meneduhkan cuaca yang lagi kalap
menenangkan emosi angin yang lagi meluap
kala esok datang haruslah kembali siap

semburat cahaya bulan seakan mengusap
tetes keringat bumi yang tlah berhari dilalap
oleh sapuan angin yang kalap
tlah banyak jiwa yang menguap

tlah banyak rumah tak beratap
sebagian rumah banyak yang tersingkap
semuanya rusak hanya sekejap
nelayan tak berani lagi menangkap
ganasnya ombak membuat perahu mendekap

hanya sikap pasrah dan berharap
oleh tanganNya yang begitu sigap
menjaga dan mendekap
kala ketakutan datang menghinggap

bunga kecil

Flower. Pictures, Images and Photos

Pada suatu hari, seorang guru tua bijaksana bertutur kepada murid-muridnya yang masih muda. Guru tua ini menugaskan murid-muridnya untuk pergi menyusuri jalan sepi dan mencari sekuntum bunga kecil yang hidupnya terabaikan orang. Murid-murid diperintahkan untuk mempelajari bunga itu sampai lama. "Ambilah kaca pembesar dan telaahlah urat-urat daunnya yang amat lembut, kemudian amatilah segala rona nuansa yang ada di sana. Perlahan-lahan baliklah daun itu dan amatilah simetrinya. Dan ingat, boleh jadi seumur-umur kita tak melihat dan menemukan bunga kecil itu lagi, maka itu amatilah dan kagumilah"

Ketika murid-murid itu kembali seusai menjalankan tugas, sang gurupun berkata, "Manusiapun mirip dengan bunga yang tidak diperhatikan orang. Setiap pribadi berbeda-beda, terukir, terpahat dengan hati-hati, teranugerahi dengan unik. Tetapi semuanya diperlukan waktu untuk bergaul dengan pribadi itu agar dapat mengenalnya. Sedemikian banyak orang datang dan pergi, tak diperhatikan dan tak dihargai karena tak ada orang yang pernah menyisihkan waktu untuk hidup bersama mereka dan mengagumi keunikannya.

Monday, January 23, 2012

pelangi ku berwarna ungu

Rainbow Person Pictures, Images and Photos

pelangi ku berwarna ungu
tak ada warna merah, hijau, kuning dan biru
membuat senja hari menjadi syahdu
serasa mengerti hati yang sedang pilu

pelangi ku berwarna ungu
serasa diri menjadi dungu
serasa hati ini tlah terbelenggu
membuat lelah hati ini menunggu

pelangi ku berwarna ungu
entah kapan kembali ada merah, hijau dan biru
gurat pilu tlah menjadi sebait lagu
yang mengiringi langkah mengusir ragu

Sunday, January 22, 2012

malam yang panjang

malam ini terasa panjang
bintang dan bulan serasa tak terpajang
kala masih bujang
semangatlah meniti karier sampai berjenjang-jenjang

ketika sudah tak lagi lajang
ketika sudah ada teman seranjang
janganlah masih tetap mata keranjang
kalau tak ingin di pisah ranjang

sebentar lagi makan kue ranjang
maklum sudah banyak kue yang terpajang
tak sabar ingin segera menerjang
sebelum keduluan si ujang

walau makan dengan oseng-oseng kacang panjang
walupun belum punya mobil kijang
tak apalah asal tak mengidap penyakit kejang-kejang
dan bersyukur masih diberi umur yang panjang

*sambil makan JANG gelut, di warung burjo kang uJANG, JANg nak enan :)

Saturday, January 21, 2012

kisah serbet dan gombal

serbet motif kotak+garis pink Pictures, Images and Photos

Suatu hari terjadi perbincangan yang seru antara serbet dan lap/gombal. "Hey gombal kasihan bener ya hidupmu, terus diinjak-injak oleh kaki manusia, badanmu digunakan untuk membersihkan kotoran yang ada dilantai. Digunakan sebagai pel, terkadang digunakan sebagai keset. Tuh, liat sampai badanmu bau dan penuh dengan kotoran. Orang saja sampai tutup hidung jika memegangmu. Terkadang jika majikanmu rajin, tak jarang kamu dicuci. Namun tetap saja walaupun kamu dicuci bersih kamu tetap saja kotor, "kata serbet kepada gombal. Si gombal hanya terdiam mendengar ocehan serbet.

Maklumlah serbet selalu di tempatkan pada hal-hal yang bersìh. Di tempatkan di sekitar meja makan. Di tempatkan untuk membersihkan sisa makanan di mulut. Digunakan untuk membersihkan dan mengeringkan air yang masih tersisa di gelas atau di piring. Kotor sedikit saja, pasti sudah dicuci. Itulah yang menyebabkan serbet menjadi tinggi hati. Dan dengan semena-mena mengina temannya si gombal.

Waktupun berlalu...lambat laun badan serbetpun mulai kusut. Kainnya sudah nampak lusuh dan sudah tak layak lagi berada di meja makan. Tak layak lagi berada di atas tempat piring dan gelas. Sang majikanpun akhirnya tak mengunakannya lagi. Ia teronggok tak terpakai, hingga akhirnya ia pun digunakan untuk membersihkan barang-barang yang sangat kotor sekali. Kini badan serbet mulai sangat kotor dan hampir sama dengan gombal. Gombalpun datang menghampiri serbet dan berkata, "hey serbet, kini kamu tahu, kenapa waktu kamu hina aku dulu, aku hanya diam saja. Dulu sewaktu kamu belum datang ke tempat ini, aku juga sama sepertimu. Namun tak selamanya apa yang kita punya dan miliki itu abadi. Segala sesuatu itu akan ada masanya. Apa yang kita punya, apa yang kita milik tak seharusnya menjadikan diri menjadi sombong dan angkuh. Walaupun wujud kita sekarang ini sudah tak menarik lagi, namun tetaplah bersyukur karena kita masih dapat membantu manusia."

Friday, January 20, 2012

kala rambut sudah beruban

ketika rambut sudah mulai memutih
tenaga semakin tertatih-tatih
badan serasa sudah letih
namun kenapa hati ini masih belum putih

ketika rambut mulai beruban
gerakan juga sudah mulai lamban
tak terasa lama sudah memanggul beban
kini waktunya merebahkan badan

kala rambut sudah memutih
tenaga belum juga mulai pulih
namun harus tetap gigih
tuk mengejar asa sebelum nyawa ini ditagih

ketika rambut sudah mulai memutih

sun Pictures, Images and Photos

ketika rambutku sudah mulai memutih
sehelai, dua helai hingga berhelai-helai
awalnya dengan telaten mencoba mencabutnya
namun ketika sudah mulai banyak
ah, rasanya sudah malas saja

rambut yang mulai beruban
rasanya memang sudah waktunya
jangankan membuat hitam dan putih
Dia yang memberi dan mampu menghitung jumlah helai rambut kita

sehelai, dua helai hingga berhelai-helai rambut yang mulai memutih
memang sengaja diberikanNya
diberikan untuk mengingatkan kita
warna putih, warna kesucian
sudahkan perjalanan hidup kita semakin lama semakin lebih baik?

entah masih sisa setengah, seperempat, tiga perempat hidup
entah masih sisa sehari, seminggu, sebulan dan setahun
rasanya tak perlu menunggu rambut kita beruban baru berubah

Tuhan sentuh hatiku
ubah hidupku menjadi yang baru
bagai emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku

Thursday, January 19, 2012

Belajar dari ungkapan Pelatih terkenal

Mourinho vs. Guardiola Pictures, Images and Photos

"Tanggung jawab milik saya. Saya bertanggung jawab atas tim ini, terutama ketika kami kalah. Kemenangan selalu milik semuanya, tapi kekalahan hanya milik saya. Itu tidak apa-apa. Saya menerimanya sebagai bagian dari sepakbola," pungkas Mourinho.

“Kami tahu harus mencetak gol dalam laga tadi. Tapi, pertarungan belum berakhir dan Madrid akan tetap berjuang,” ujar Guardiola usai pertandingan.

Dari omongan kedua pelatih hebat, Real Madrid dan Barcelona seusai pertandingan perempat final piala raja leg 1, kita dapat memetik banyak pelajaran yang berharga. Perkataan Mourinho yang menyindir bahwa kemenangan akan menjadi milik "bersama." Semua rasanya ikut bergembira merayakan sebuah kemenangan demi kemenangan. Seperti halnya teman-teman kita, yang ikut merayakan kegembiraan kala kita lagi diliputi suasana bahagia. Namun kala kita lagi sedih, ditimpa masalah, dan melakukan sebuah kesalahan, akan mudah sekali orang-orang menunjuk kita dan tak jarang meninggalkan kita. Jika kita sukses akan banyak orang yang ingin cari muka. Kala kita jatuh dan melakukan sebuah kesalahan, dengan mudah orang yang akan cuci tangan dan dengan mudahnya mereka menyalahkan. Perasaan berjiwa besar, dan sikap legowo yang diungkapkan Mourinho patutlah kita tiru, jika salah tak lantas mencari kambing hitam. "Kemenangan selalu milik semuanya, tapi kekalahan hanya milik saya."

Perasaan lekas merasa puas, sombong dengan hasil yang didapat harus dijauhkan dan dibuang jauh-jauh. Kemenangan yang telah didapat, kesuksesan yang telah direngkuh, harus menjadikan diri tetap rendah hati. Terus belajar, belajar dan belajar. Tetap berusaha pantang menyerah dalam mengejar ketertinggalan. Dan selalu siap bersaing setiap saat, karena kita sadar bahwa orang-orang di sekitar kita itu juga terus belajar.

Monday, January 16, 2012

mengejar matahari

Earth, Moon,& Stars in hand

berlari mengejar matahari
melompat mengapai bintang
berayun sambil menghalau awan
mendekat dan memeluk pelangi
merengkuh tetes demi tetes air hujan

sebuah hal besar yang sulit tuk dilakukan
namun tak ada arti, hanya diam dan menyerah

mulai melangkah setapak demi setapak
mulai melompat walaupun tak terlalu tinggi
mulai berlari meski nafas yang terbatas
mulai membuka tangan meski hanya sedikit air hujan yang dapat direngkuh
mulai datang dan memeluk pelangi, meski hanya sebatas warna merah

Friday, January 13, 2012

Hingga akhir ku menutup mata

Photobucket

tetap setia kendati aku lemah

tetap setia kendati aku masih mudah rapuh

tetap setia kendati ku terjatuh

tetap setia kendati masalah datang silih berganti

tetap setia meski lagi terhimpit beban berat

tetap setia meski air mata tlah habis tercurah

tetap setia hingga akhir ku menutup mata

"Segeeernya air degan"

Kelapa muda

Sungguh sejuk berteduh di dalam sebuah gubuk yang menjajakan es degan (kelapa muda). Segarnya air degan terasa menghalau panasnya siang yang cukup terik. Tak jauh dari gubuk itu, menjulang tinggi beberapa pohon kelapa. Sambil meminum air degan langsung dari batok kelapa, pandangan mata tertuju pada lambaian nyiur kelapa. Sungguh tinggi sekali pohon kelapa yang ada di depan itu. Mungkin pemilik gubuklah yang membeli kelapa-kelapa muda yang ada di depan warungnya? Mungkin juga itu pohon miliknya sendiri?

Ah, tak perlu memusingkan siapa pemilik pohon kelapa yang menjulang tinggi itu, yang penting sungguh segar air degan ini. Tetapi dari mana air degan ini berasal, kalau tidak dari air yang diserap dari akar-akar pohon kelapa. Akar-akarnya yang tak pernah lelah mencari dan menyerap sumber-sumber air. Setelah didapat lalu dialirkan dan didistribusikan dari pangkal sampai ujung pohon. Dari akar, naik ke batang, pelepah daun, daun hingga buahnya. Dengan air yang ada mampu membuat buah berkembang, hingga akhirnya ada air segar yang terdapat di dalam degan ini. Jika boleh dihitung, berapa lamakah perjalanan air dari akar, hingga terdapat di dalam buah kelapa? Tentu membutuhkan waktu yang sangat lama. Waktu lama itu lah yang mampu memurnikan air itu menjadi segar dan enak untuk diminum.

Dari air yang diserap oleh akar, semua bagian pohon kelapa, semuanya dapat menjadi berguna bagi manusia. Padahal manusia tak pernah sedikitpun menyirami pohon yang terkenal menjulang tinggi ini. Entah musim kemarau, ataupun musim penghujan, akar-akarnya tetap senantiasa bekerja tanpa kenal lelah.

Duh belajar dari mana asalnya air degan, membuat aku tersadar bahwa tuk menjadi air degan yang segar membutuhkan perjuangan yang tak mudah. Jalan panjang dan berliku harus mampu tuk dilewati. Usaha pantang menyerah, tekun dan sabar harus tetap dijalani. Di tengah kesulitan air di daerahnya, akar-akarnya tetap setia mencari air. Walaupun manusia jarang menyiraminya, walaupun panas terik mentari di siang hari, akar-akarnya tetap mampu menopang pohon kelapa untuk tetap berdiri kokoh dan mampu menghasilkan segarnya air degan. Mari belajar dari segarnya air degan.

Thursday, January 12, 2012

Upeti itu berupa apel

蘋果媽

Seorang pemuda yang lagi merintis usaha kecil-kecilan sebagai pedagang buah sudah dipusingkan dengan masalah yang membelitnya. Maklumlah ia baru mulai usaha, di lapak seorang pengusaha besar. Untuk mendapatkan lapak kecil jualan, ia minta tolong diuruskan oleh orang-orang yang dekat dengan pengusaha besar itu. Segala cara dilakukan agar lapak dagangannya segera didapat. Makanya ia menuruti dan melakukan apa kata sesama penjual di lapak itu, karena mereka telah lebih dahulu berjualan di tempat itu. Jadi boleh dibilang mereka lebih berpengalaman daripada si pemuda lugu itu.

"Eh mas, kalau mau cepat mendapatkan lapak itu, mas harus aktif dong. Turutin apa kata pengusaha besar?" Kata salah satu pedagang. "Iya, pak, ini saya juga lagi usaha menurutin apa kemauan pengusah besar itu." Jawab pemuda itu. "Emang apa kemauan pengusaha besar itu, "tanya pedagang yang barusan di kenalnya. "Beliau minta dikirimiin berkilo-kilo apel," saut pemuda lugu itu. "Ya sudah turutin aja, biar kamu dapat segera mendapatkan lapak itu," timpal sang pedagang. "Masalahnya aku sudah berkali-kali mengirim apel ke orang yang menjadi penghubung ke pengusaha besar itu. Apel Malang dan Apel Washington sudah tak terhitung aku kirim. Selesai permintaan satu aku layani, datang juga permintaan apel dari mereka yang belum dapat jatah apel katanya. Aku jadi heran dan bingung banyak sekali yang minta jatah dikirimi apel Malang dan apel Washington."

"Eh mas, mereka minta apel terus jangan-jangan apel yang mas kirimkan itu sudah dimakan di perjalanan. Jadi belum sampai ke tempat yang dituju sudah habis. Maklumlah rasa apel memang enak. Nah, kalau sudah dimakan, mana mungkin menemukan kembali wujud apel yang sudah diterimanya. Kalau mungkin cacing-cacing yang ada di perut bisa berkata dan menjadi saksi.

Sudahlah mas, bersabar saja. Jangan banyak protes dan mengeluh. Daripada tar tak nyaman jualan di tempat ini, gara-gara sering diteror dan diancam oleh para kaki tangan pengusaha besar, gara-gara mas sering banyak protes." Kata pedagang itu.

Pemuda itupun terdiam sambil memikirkan apa yang barusan didengarnya. Sambil merenung, ia bertanya dalam hati siapa sajakah orang-orang yang sudah menikmati enaknya apel Malang dan Apel Washington hasil setor upetinya ke pengusaha besar itu ya? Sebuah pertanyaan yang susah tuk menemukan jawabannya, apalagi di negara seperti ini.

Tuesday, January 10, 2012

Setajam silet

Silet

Tumit kaki, lutut kita ternyata itu tajam. Tanpa disadari kalau kita punya celana panjang jeans yang lama telah kita pakai, bagian bawah celana panjang sering terlihat sobek dan berlubang. Bagian lutut juga lama kelamaan sobek kecil. Awalnya memang berupa goresan kecil, namun sering kali tangan usil kita yang justru membuat lubang yang semakin lama justru membuat semakin besar. Pijakan tumit yang terus menerus mengenai bagian bawah celana, desakan lutut yang terus menerus mengenai celana panjang akhirnya dapat membuat jeans yang tebal berlubang.

Melihat tempat duduk bis dan angkutan kota lainnya, melihat kursi rumah yang sering rusak. Kita jadi bertanya ternyata pantat manusia itu tajam. Tajamnya, mampu membuat kursi-kursi di beberapa bis jadi rusak. Dibeberapa kursi rumah kita apa lagi kursi sofa juga sering kali rusak dan berlubang. Ternyata tanpa disadari pantat kita itu memang tajam.

Lidah itu juga tajam. Darinya dapat keluar omongan yang tajam dan pedas, yang terkadang mampu membuat hati orang jadi terluka. Lidah memang disadari dari dulu memang tajam.

Dari tumit, lutut, pantat dan lidah tak terasa semuanya tajam, tajamnya setajam silet.
Photobucket

Sunday, January 8, 2012

Mungkinkah ini natal terakhir?

Photobucket

Hari ini terakhir ku pandang pohon natal yang ada di sudut rumahku. Kelap-kelip lampunya tak terasa sudah menemani selama satu bulan di sudut ruangan. Dan akan kembali lagi menghiasi di akhir tahun. Bintang warna ungu yang berada di atas pohon natal, sebentar lagi akan aku turunkan. Pernak-pernik hiasan akan kembali masuk dalam kotak yang sudah satu bulan kosong. Suasana Natal tlah berlalu... Lalu?

Teringat ketika satu bulan yang lalu, mulai merangkai pohon natal. Mulai memberi hiasan pernak-pernik di sekitarnya mulai dari hiasan lonceng, sinterklas, kaos kaki, dan aneka hadiah. Membalutkan untaiaan lampu, yang membuat indah pohon terang. Kini satu bulan tlah berlalu... Lalu?

Suasana semangat kala membuat pohon Natal, apakah akan sama ketika aku mulai menurunkan satu demi satu hiasan pohon natal? Membereskannya hingga semua tlah rapi masuk dalam kotak? Hingga akhirnya sudut ruangan kosong seperti semula.

Hijaunya warna pohon natal yang membawa kesejukan, semoga mengingatkanku untuk senantiasa membawa kesejukan hari demi hari. Terangnya bintang di atas pohon semoga senantiasa mengingatkanku tuk selalu membawa terang hari demi hari. Walaupun kini tak ada lagi kerlap-kerlip cahaya di sudut ruangan, semoga keceriaan bak kerlap-kerlip lampu senantiasa dapat aku bawa tiap hari.

Suasana Natal tlah berlalu... Lalu apa yang dapat kita lakukan? Mungkinkah kemarin itu Natal terakhir kita?
Photobucket

Friday, January 6, 2012

puisi Galau...ndeng

newspaper, gif

Pagi-pagi sudah sarapan galundeng
Ditemani secangkir sekoteng
Sambil membaca surat kabar DIY-Jateng
Membaca berita politik aku semakin ra mudheng
Berita penegakan hukum serasa membuat puyeng
Jadi bertanya siapa sih yang sebenarnya gendheng?

Menyeruak di hidung bau bandeng
membuat cacing-cacing di perut pada kliyeng
Walaupun aku tak gantheng
dan kulit juga tak begitu ireng thunteng
yang penting pagi ini sudah ngemil galaundeng
minum secangkir panas sekouteng
plus sarapan nasi panas, sambel, lalapan dan ikan buandeng
:)
Photobucket

Thursday, January 5, 2012

Apa kabar senja?

Sunset Bokeh

Apa kabar senja?
Sudah berapa hari ini warna lembayungmu tak menghiasi langit sore.
Hari-hari terakhir ini hanyalah hujan dan hujan yang menghiasi langitmu. Awan mendung yang bergulung-gulung senantiasa mengantung di langitmu.
Bias lembayungmu lama tak kami nikmati.
Kini lembayungmu menyapa di sore hari.
Menikmati keindahanmu bersama secangkir kopi panas sungguhlah suatu hal yang sangat menyenangkan.
Selamat menikmati senja hari teman.
Selamat menikmati keindahan langit sore.
Photobucket

Semangat

New Year's Eve Sylvester animated clock alphabet gif

seminggu belum berlalu
menjalani tahun yang baru
namun kenapa semangatmu
sudah mulai layu
raut muka terasa sayu
langkah kakimu mulai lesu
waktu akan terus melaju
setiap orang saling berpacu
mulai bangkit jika tak ingin malu
singsingkan lengan baju
untuk kembali melangkah maju
mengejar cita yang sempat berlalu
tetap swemangat kawan-kawanku...
Photobucket

Monday, January 2, 2012

Antara tetesan air hujan dan bersyukur

Photobucket

Hujan sejak sore hingga malam belum berhenti. Gelap dan dinginnya malam menambah orang tak beranjak dari rumah. Badan yang mulai renta mulai direbahkan di atas gelaran tikar. Sambil pandangan melihat ke atas genting rumah. Terlihat genting rumah sudah mulai rapuh, air hujan sudah mulai meresap ke beberapa genting rumah. Tetes demi tetes air sudah tak terhitung di sana-sini. Ember, panci, sudah terpakai semua tuk menampung tetes air hujan. Entah apa jadinya jika hujan turun berhari-hari, mungkin rumah ini sudah bak kolam penampungan air. Namun apalah daya, hanya satu-satunya gubuk yang dipunya. Itupun gubuk dari sewa tanah. Jika sewaktu-waktu disuruh angkat kaki ya, mau tak mau harus pergi. Pikiran yang lagi menerawang tentang hari esok buyar karena tetesan air yang mengenai kepalanya. Digesernya lagi tikar ke tempat yang belum terkena tetesan air hujan. Entah sudah berapa kali ia berpindah tempat tuk menghindari dari tetes air hujan.

Walaupun tidur dalam tempat terbatas, ia tetap bersyukur karena masih ada tempat berteduh. Ia pun duduk sambil menambah minyak tanah pada lampu teplok yang mulai redup cahayanya. Satu-satunya penerang di gubuk kecil itu hanyalah lampu teplok yang sebagian kacanya telah pecah. Di kala hujan yang tak kunjung berhenti, pikirannya tertuju pada orang-orang yang tak punya tempat tinggal. Tak dipungkiri di jaman sekarang masih ada orang yang belum punya tempat tinggal. Emperan toko, kolong jembatan tak jarang menjadi tempat berlindung di kala malam. Lantas apa jadinya jika hujan lama berhentinya? Tak dipungkiri bagaimana mereka beristirahat, tentu dengan posisi tak leluasa. Duduk sambil melipat kakikah? Berjongkok dengan posisi tangan memegang kaki sambil menarik selimutkah? Atau posisi empet-empetan tuk menghindari tetes air hujan? Lalu apa jadinya jika mereka punya balita dan anak-anak yang masih kecil? Ia pun terdiam sambil berjalan membuang panci yang telah penuh dengan tetes air hujan.

Tanpa disadari dari tetes demi tetes air hujan yang jatuh ke dalam rumah, Tuhan dapat berbicara dengan kita. Lewat tetes air hujan, kita diingatkan sudahkah kita mengucap syukur dengan apa yang selama ini kita peroleh dan kita nikmati? Walaupun dalam keterbatasan kita, jangan pernah kita lupa tuk mengucap syukur.

Marilah kita berdoa bagi saudara-saudara kita yang saat ini belum punya tempat tinggal. Semoga api cinta Tuhan kan mampu menghalau dinginnya malam. Semoga dekapan kasihNya kan mampu melindungi dari tetesan air hujan.

Sunday, January 1, 2012

Januari

Photobucket

Januari katanya hujan sehari-hari
Walaupun hujan dan tak terlihat mentari
Biarlah wajahmu tetap berseri-seri
Tinggalkan selalu perasaan iri
Bingkai tahun ini dengan percaya diri

Januari bulan di awal tahun
Biarlah hidup ini terus mengalun
Janganlah selalu banyak melamun
Isilah semangat bak tetes embun
Sibakan kemalasan agar perut tak tuambah tambun

Hari ini awal bulan dan awal tahun baru
Biarlah segala pengalaman tersimpan dalam album biru
Segala hal baik biarlah selalu disimpan dalam kalbu
Menjalani hari demi hari dengan semangat yang selalu baru
Dan yakinlah Tuhan selalu besertamu
Selamat tahun baruuu...
Photobucket

Menikmati malam pergantian tahun di gunung

kembang api, fireworks alias kembang api

Menikmati malam pergantian tahun di gunung merupakan salah satu cara dalam merayakan pergantian tahun. Malam tahun baru ini, lokasi pendakian gunung mulai ramai didatangi oleh para pendaki gunung. Menjelang detik-detik pergantian tahun di gunung tak terdengar suara terompet, maklumlah lokasi gunung yang jauh dari hingar bingar kota. Suara terompetpun hanya sesekali terdengar, itu pun dari terompet yang dibawa oleh para pendaki.

Menjelang detik-detik pergantian tahun, suara kembang api mulai sayup-sayup terdengar. Kalau biasanya ketika ada kembang api kita selalu melihat keatas untuk menikmati pijarnya. Kini ketika kita sedang naik gunung, kita melihat kebawah untuk menikmati keindahan nyala kembang apinya. Biasanya suara keras dari ledakan kembang api sering memekakan telinga kita. Ketika kita sedang naik gunung suara ledakannya hanya terdengar sayup-sayup. Namun kemilau cahayanya serasa lebih indah saat kita berada di atas gunung. Cahaya kembang api yang memancar dari sela-sela awan, ikut menambah indahnya langit malam dari atas gunung.

Dinginnya hawa gunung serasa terhalau oleh indahnya nyala kembang api yang terlihat dari jauh. Suara teriakan dan tepukan yang keras terdengar sesekali dari para pendaki yang lagi mendaki gunung. "Horee...yee...wow..." Biasanya para pendaki mencari lokasi yang bisa melihat indahnya gemerlap lampu-lampu kota. Karena dari tempat itu bisa dengan leluasan melihat gemerlapnya cahaya kembang api.

Setelah beberapa jam berlalu dan berganti dengan tahun yang baru. Pijar kembang api mulai hanya terlihat sesekali. Namun tak usah kecewa, ada pemandangan yang jauh lebih indah dari nyala kembang api. Biasanya kalau langit malam cerah, pijar kembang api akan tergantikan oleh pijar kelap-kelip dari hamparan bintang di langit. Dan kalau kita beruntung, kita dapat melihat sesekali bintang yang jatuh.

Menjelang fajar yang merekah. Para pendakipun bergegas menuju puncak gunung. Ingin menjadi saksi merekahnya mentari di awal tahun. Menjadi saksi detik-detik munculnya mentari dari ufuk timur, yang perlahan-lahan mulai menyinari permukaan bumi. Dan itu merupakan salah satu hal yang tak terlupakan kala kita bisa mencapai puncak gunung. Apalagi dapat menikmati mentari yang merekah pertama kali di awal tahun di puncak gunung.

Selamat menikmati indahnya pergantian tahun dan selamat tahun baru.
Photobucket

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti